
Adakah manusia normal yang tak pernah mempunyai masalah ? Jawabannya pasti tidak ada. Berarti, adanya masalah adalah cirri-ciri dari seorang yang normal. Maka, tak perlu takut terhadap ‘masalah’. Namun, bagaimanapun juga, masing-masing orang berbeda pikiran, berbeda pula untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
Ada yang bertahan di dalam dadanya sendiri, ada yang dicurhatkan ke orang lain. Ada yang beralih ke minum-minuman keras atau bahkam ke dunia kriminalitas. Semuanya memiliki alasan kuat dalam menggunakan cara-cara tersebut.
Pelampiasan dan mencari senyuman (baca : cari kebahagiaan) sangatlah berbeda. Yang satunya bersifat negatif dan yang satunya bersifat positif. Tapi keduanya memiliki persamaan, yaitu sama-sama mencari kenyamanan hati. Kenyamanan hati dengan melupakan ataupun dengan mengatasi masalah itu sendiri. Kesedihan berlarut akan menjadi buah dari ketidaknyamanan hati. Jangankan mengatasai masalah, untuk melupakan saja tidak bisa.
Jika kita tak menemui senyuman, maka cari. Cari senyuman itu. Mungkin di antara sahabat kita, atau dikeceriaan adik-adik kita, juga mungkin terselip di antara kebersamaan keluarga. Bandingkan masalah yang kita hadapi dengan masalah orang yang lebih parah dari kita.
Ketika kita berhadapan dengan uang yang menipis, bersyukurlah, setidaknya kita lebih baik dari orang yang berjuang mati-matian hanya untuk makan.
Ketika kita bermasalah dengan kedua orang tua, pikirkanlah dengan orang yang sudah tak mempunyai orang tua.
Ketika kita bermasalah karena diputuskan pacar, maka lihatlah orang yang sudah cukup umur tetapi belum bisa menikah karena belum berjodoh.
Ketika kita hamper putus asa karena kaki atau tangan kita yang harus diamputasi, maka lihatlah orang yang telah mendapat vonis kematiannya.
“Hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi biar terjadi. Hadapi dengan tenang jiwa, semua akan baik-baik saja.” Demikian Once melantunkan syairnya.
Masih begitu banyak alasan untuk kita tetap tersenyum. Maka tersenyumlah kawan !!!
Salam semangat ! ^_^
Senyum yuuuk :)
BalasHapus