Welcome Myspace Comments

Dengan ini kuciptakan sebuah persembahan... Semoga kalian suka... Cintai Budaya Membaca

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2012

BF2B !!! Unity For All


Kurang lebih sejak lagu pertamanya, aku sudah sangat tertarik pada Bondan & Fade 2 Black (BF2B). Diawali dengan lagu Bunga, grup musik ini melejit dengan lagu-lagu berbagai aliran. Pop, jazz, hip-hop, keroncong dipadu hip-hop. Tidak hanya kreatif, hal ini membuktikan bahwa BF2B sangat menghargai perbedaan melalui musik yang mereka bawakan.

Dan yang lebih membanggakan lagi, teman-teman rezpector (julukan untuk para fans BF2B) mengatakan, karya BF2B hanya bernafas optimis, semangat, kesatuan dan perjuangan. Lewat hip-hop fade 2 black (eza, santoz, dan tito) dipadu dengan suara dari Bondan Prakoso, yeah, make it so perfect V

Lagu BF2B benar-benar obat, tentunya setelah Al-Quran. Haha
Menginspirasi banyak orang, tidak terkecuali seperti saat ini, saat aku menulis tentang mereka. Aku perhatikan, lagu-lagu cinta dari BF2B tidak pernah lagu dengan nafas patah hati. Misalnya Bunga dengan perjuangan, Cahaya Cinta Sejati dengan kebutuhan akan cinta, kau puisi dengan suasana jatuh cinta, not with me dengan semangat cinta, U’ll be sorry dengan semangat bangkit dari keterpurukan karena patah hati. Hahaha like it so much V

Kalau cerita tentang BF2B, akan masih ada banyak lagi yang perlu diceritakan. Banyak hal yang menjadi visi misi, karya (buku dan lagu), sejarah rezpector, arti rezpector, arti V (2 jari), dan sebagainya. Hal tersebut sudah sangat banyak dijumpai di google, silakan browsing. haha

Tapi, kalau mau browsing lagu-lagu BF2B, sulit, apalagi yang video klip dari you tube, dijamin gak dapat kalian. Ini adalah cara kita (rezpector) menghargai karyanya, tidak membajak. Salam rezpect V.

Selasa, 08 Februari 2011

Game Anak


Dunia internet tak hanya mewabah ke dunia remaja atau dewasa. Kalangan anak-anak pun pnyumbang dari bagian itu. Tujuan mereka macam-macam. Namun, mayoritas adalah sebagai mainan baru yang seru, praktis, murah, dan tentunya hanya bagi mereka yang berduit.

Seperti halnya warnet di daerah Kediri. Per kota computer dipenuhi oleh anak-anak bermain game online. Dari menit ke menit hingga berjam-jam silih berganti pengguna antusias datang dan pergi hanya untuk ber-game online.
Tetapi tidak untuk bocah laki-laki bersepeda itu. Aku tak tahu siapa namanya. Berkali-kali aku melihatnya melintasi warnet disertai dengan kayuhannya yang semakin kuat. Ah jangan piker sepedanya itu bagus seperti sepeda anak pada umumnya. Dia memakai sepeda tua, butu, milik orang dewasa. (Bukan untuk penghinaan, tetapi sebagai kepentingan ilustrasi)

Umurnya baru sekitar sebelas tahunan. Kulitnya pekat dan yang kulihat selalu dihiasi keringat. Ia juga selalu membawa sesuatu di boncengan sepedanya. Ya. Selalu. Mungkin itu adalah rutinitasnya.
Tatapannya mantap ke depan, sambil diperkuat kayuhannya. Tetapi tidak ketika ia melewati sebuah warnet. Ia mengalihkan tatapan lurusnya untuk sejenak memandang ke arah anak-anak yang antusias ber-game online di warnet. Namun, bukan berarti ia melemahkan kayuhan sepedanya. Ia tetap mengayuh dengan sedikit senyuman di wajahnya.

Ada kesenjangan di sana. Tak semua orang bisa menikmati dunia internet. Contohnya bocah laki-laki tadi, bermain game online terpaksa harus tergadaikan oleh aktivitas beratnya. Ini realita yang ada. Game tradisional semakin tak dijumpai. Hilangnya semangat kebersamaan dalam kesederhanaan.

Kamis, 06 Januari 2011

Ketika Dunia Menuntut Perubahan


Tuntutan, berarti sesuatu yang dipakssa, keharusan, kepastian, dan lain sebagainya. Ketika sebuah tuntutan tak dapat dipenuhi, maka akan terjadi hambatan ataupun pihak yang merugi. Misalnya terjadi pada seorang pengamen, tanpa uang dari hasil mengamen, ia tak bisa makan atau minum. Sementara, kebutuhan untuk makan dan minum adalah keharusan yang wajib dipenuhi.

Tuntutan hidup kadang memang sangat kejam bagi sebagian orang. Tanpa pemenuhan-pemenuhan tuntutan tersbut, bisa saja ia mati alias tak bisa bertahan hidup. Ini merupakan realitass kehidupan yang sudah tak mungkin dipisahkan.

“Terjadinya kemiskinan, karena ada kebodohan.” Demikian teori yang selama ini cukup mendominasi pemikiran banyak orang. Kemudian muncullah pertanyaan, “Lalu, bagaiman bisa pintar ? Sementara untuk bisa pintar, membutuhkan uang ?”
“Uang tak semua orang punya, maka otomastis akan masuk ke ‘dunia orang bodoh’.” Silih berganti pertanyaan tetap saja berpijak pada teori tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab oleh orang-orang dengan kemauan yang besar terhadap masa depan cemerlang. “Tak aka bodoh, meski tanpa uang.” Apa bisa ??? Imposible Nothing, tak ada yang tak mungkin.

Teori tersebut sekaligus menjawab tuntutan-tuntutan dunia. Dunia hadir dengan segala kemewahan dan kemahalannya, yang tak bisa didapat dengan Cuma-Cuma. Maka, kita harus menju menghadapinya, karena itu adalah sebuah tuntutan.

Kita harus sanggup menjawab semua persoalan dunia. Ketika sang dunia ‘menjual dirinya’ dengan sangat mahal, kita pun musti bisa untuk membelinya. Apalagi selain dengan ilmu? Ya. Perubahan hanya akan kita capai melalui ilmu, dan ilmu akan ada karena kemauan kuat. Maka, ketika dunia menuntut perubahan, jawabannya adalah kemauan kuat dalam menuntut ilmu.


Kawan, ingatlah, dunia menuntutmu !
Maka berubahlah untuk duniamu.
Berubahlah demi kehidupan yang lebih baik.
Suatu keniscayaan jika kau akan memiliki dunia yang istimewa.

Salam semangat ! ^_^

Selasa, 04 Januari 2011

Ada Sejuta Alasan Untuk Tetap Tersenyum


Adakah manusia normal yang tak pernah mempunyai masalah ? Jawabannya pasti tidak ada. Berarti, adanya masalah adalah cirri-ciri dari seorang yang normal. Maka, tak perlu takut terhadap ‘masalah’. Namun, bagaimanapun juga, masing-masing orang berbeda pikiran, berbeda pula untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

Ada yang bertahan di dalam dadanya sendiri, ada yang dicurhatkan ke orang lain. Ada yang beralih ke minum-minuman keras atau bahkam ke dunia kriminalitas. Semuanya memiliki alasan kuat dalam menggunakan cara-cara tersebut.

Pelampiasan dan mencari senyuman (baca : cari kebahagiaan) sangatlah berbeda. Yang satunya bersifat negatif dan yang satunya bersifat positif. Tapi keduanya memiliki persamaan, yaitu sama-sama mencari kenyamanan hati. Kenyamanan hati dengan melupakan ataupun dengan mengatasi masalah itu sendiri. Kesedihan berlarut akan menjadi buah dari ketidaknyamanan hati. Jangankan mengatasai masalah, untuk melupakan saja tidak bisa.

Jika kita tak menemui senyuman, maka cari. Cari senyuman itu. Mungkin di antara sahabat kita, atau dikeceriaan adik-adik kita, juga mungkin terselip di antara kebersamaan keluarga. Bandingkan masalah yang kita hadapi dengan masalah orang yang lebih parah dari kita.

Ketika kita berhadapan dengan uang yang menipis, bersyukurlah, setidaknya kita lebih baik dari orang yang berjuang mati-matian hanya untuk makan.
Ketika kita bermasalah dengan kedua orang tua, pikirkanlah dengan orang yang sudah tak mempunyai orang tua.
Ketika kita bermasalah karena diputuskan pacar, maka lihatlah orang yang sudah cukup umur tetapi belum bisa menikah karena belum berjodoh.
Ketika kita hamper putus asa karena kaki atau tangan kita yang harus diamputasi, maka lihatlah orang yang telah mendapat vonis kematiannya.



“Hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi biar terjadi. Hadapi dengan tenang jiwa, semua akan baik-baik saja.” Demikian Once melantunkan syairnya.
Masih begitu banyak alasan untuk kita tetap tersenyum. Maka tersenyumlah kawan !!!


Salam semangat ! ^_^

Sabtu, 15 Mei 2010

Awas ! Jilbab trendy


Semakin memasuki era globaliosasi, semakin pesat pula tantangan bagi seorang muslim/muslimah. Kemajuan IPTEK dan persaingan gloal, sangat memicu terjadinya kemunduran moral manusia itu sendiri. Bukan berarti IPTEK dan arus globalisasi adalah titik puncak masalah dehumanisasi, tetapi ketahanan iman dan taqwa adalah sumber kekuatan untuk mengendalikan kerusakan moral insan di bumi ini.

Betapa tidak? Sekarang, melalui jaringan internet, dengan bebas, orang dari seluruh penjuru dunia dapat mengakses situs-situs yang tak lazim dipublikasikan. Kita (remaja/dewasa) mungkin bisa bertahan dengan iman yang kita punya (jika punya sih…!). Kalau sang ‘pengakses’ ternyata adalah anak-anak? Nah lo… Siap dech moral rusak.

Itu sebagian dari efek arus globalisasi. Ada kemajuan sekaligus tantangan lain yang melanda khusus para muslimah. Yaitu jilbab. Hah…jilbab???

Jilbab memang hal yang sangat wajib bin ‘kudu’ dipakai seorang muslimah.

Hmm.. alangkah cantiknya, seorang muslimah yang menggunakan baju muslimah, dengan jilbab anggun menutup aurat bagian atasnya. Dia tersenyum ramah, dengan cahaya yang memancar dari raut wajahnya. Tak ada perlihatan nafsu di sana. Semua nampak anggun nan indah.

Tapi awasss !!! Pemilihan jilbab juga harus diperhatikan betul-betul. Sekarang kreativitas bentuk-bentuk jilbab semakin menggoda. Apalagi dengan selera remaja jaman sekarang. Banyak ditawarkan produk jilbab trendy yang up-date. Siapa yang gak kepincut ??? Memang harus pintar kita memilahnya, karena mungkin saja jilbab-jilbab itu tidak menutup aurat seorang muslimah. Jilbab, tak menutup aurat?

Ya. Kaji firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab : 59,

yang artinya : … Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab sampai ke dadanya.

Jelas. Allah menyuruh kita (muslimah) untuk menutup aurat kita, tak terkecuali mengulurkan jilbab sampai ke dada.

Namun sekarang, banyak juga jilbab yang modelnya tak bisa menutup dada. Bahkan ada yang tak menutupi leher. Hal yang sederhana ini bisa saja luput dari kesadaran kita, karena hanya ingin mengikuti trend jilbab. Hmm…tak perlu khawatir, masih banyak juga jilbab yang bisa menutup aurat muslimah and tentunya terlihat sangat indah dipakai sang muslimah.

Semoga dengan tulisan ini, muslimah-muslimah bisa mengerti dan sadar akan pentingnya pemilihan jilbab.