Welcome Myspace Comments

Dengan ini kuciptakan sebuah persembahan... Semoga kalian suka... Cintai Budaya Membaca

Sabtu, 26 November 2011

Buta


Mari berkaca, apa kita lihat noda di wajah kita ?
Sedikit atau bahkan setitik saja.
Tidak?
Kemudian, mari kita coba lihat wajah orang lain
Apakah kau melihat noda?
Sedikit atau bahkan setitik saja.
Banyak? Iyakah?
Barangkali kamu salah
Coba lihatlah sekali lagi
Lihat, siapa dirimu?
Siapa kita?
Siapa kita yang mudahnya melihat noda di wajah orang lain?
Siapa kita, yang sederhanya mengatakan “buruk sekali rupamu!”
Coba lihatlah dirimu sendiri,
Lihatlah berkali-kali, lihat dengan seksama !
Tetap tidak nampak?
Ya Tuhan ! Kamu ternyata buta
Buta hati

Sering sekali kita mengatakan orang lain sesuai dengan kacamata kita sendiri. Padahal kacamata kita itu hitam, gelap, tak bisa melihat apapun keluar. Apalagi untuk melihat diri kita sendiri.
Seburuk apapun orang lain, nilai itu tak akan pernah keluar bila kita yang memandangnya. SEHARUSNYA seperti itu. Yang berhak memandangnya demikian hanyalah ALLAH. Ia melihat ketaqwaan seseorang, Ia melihat iman seseorang dan bukan jabatan, derajat, dan apalah itu. Tetapi kita? Apa hak kita menilai? Apa daya kita? Toh kita juga manusia. Tak punya kuasa, tak punya daya, tak punya pula standar kesempurnaan.
Jika standar ALLAH kepada manusia adalah ketaqwaan, saya pribadi ragu, bila hanya ketaqwaan yang distandarkan manusia sebagai kesempurnaan. Itu KEWAJARAN. Ketaqwaan itu sendiri tidak bisa dinilai oleh kita, hanya ALLAH yang bisa. Sudahlah, kita jangan berusaha menilai negatif orang lain, sekeras apapun usaha kita, hal itu mustahil untuk valid.

0 komentar:

Posting Komentar